Jumat, 20 November 2015

Pengertian Negara Dan Warga Negara

Negara

Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.

WARGA NEGARA DAN NEGARA

Kemerdekaan kini punya makna baru bagi anak-anak hasil perkawinan campur. Bukan hanya merdeka sebagai warga negara, tapi mereka juga bebas untuk berdekatan dengan sang bunda, tanpa perlu secarik kertas sebagai bukti legalitasnya.

Senin, 26 Oktober 2015

CONTOH KASUS MATERI PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN


Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke seluruh provinsi, termasuk ibu kota Palangka Raya. Konflik ini terjadi antara suku Dayak asli dan warga migran Maduradari pulau Madura. Konflik tersebut pecah pada 18 Februari 2001 ketika dua warga Madura diserang oleh sejumlah warga Dayak. Konflik Sampit mengakibatkan lebih dari 500 kematian, dengan lebih dari 100.000 warga Madura kehilangan tempat tinggal. Banyak warga Madura yang juga ditemukandipenggal kepalanya oleh suku Dayak.

MATERI PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
A.      PENDUDUK

Arti dari penduduk  adalah orang-orang yang berdomisili secara tetap dalam wilayah suatu negara untuk jangka waktu yang lama. Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek social, ekonomi, politik, kebudayaan dan sebagainya. Faktor utama dalam masalah pertumbuhan penduduk adalah masalah sosial ekonomi umunya dan masalah penduduk khususnya.

Kasus Individu Keluarga dan Masyarakat

PERILAKU KENAKALAN REMAJA ANAK DIBAWAH UMUR 
Kenakalan remaja dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang.  Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku yang tidak melalui  jalur tersebut berarti telah menyimpang.
Masalah sosial perilaku menyimpang dalam tulisan tentang “Kenakalan Remaja” bisa melalui pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual melalui pandangan sosialisasi. Berdasarkan pandangan sosialisasi, perilaku akan diidentifikasi sebagai masalah sosial apabila ia tidak berhasil dalam melewati belajar sosial (sosialisasi). Tentang perilaku disorder di kalangan anak dan remaja (Kauffman , 1989 : 6) mengemukakan bahwa perilaku menyimpang juga dapat dilihat sebagai perwujudan dari konteks sosial. Perilaku disorder tidak dapat dilihat secara sederhana sebagai tindakan yang tidak layak, melainkan lebih dari itu harus dilihat sebagai hasil interaksi dari transaksi yang tidak benar antara seseorang dengan lingkungan sosialnya.

Pengertian Individu, Keluarga Dan Masyarakat

  1. Pengertian Individu
Kata “ individu “ berasal dari kata latin yakni “ individuum “. Berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu social paham individu menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Dalam ilmu social, individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa, yang tak seberapa mempengaruhi kehidupan manusia.  Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai suatu kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan . dengan demikian sering

Senin, 15 Juni 2015

Film Indonesia "Ayat-ayat Adinda"

AYAT-AYAT ADINDA
Poster film Ayat-Ayat Adinda
Jumat, 12 Juni 2015 pukul 12.30 WIB saya, Tia Febrita, Almira (teman kami) dan anggota dari kelompok saya yang terdiri dari Agung Satria Arfana, Encep Suhendar, Ines Adi Putra, Rizky Nuzul, Royman Simarangkir, dan Siti Hartinah pergi ke 21 Depok untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh guru mata kuliah Kewarganegaraan dengan menonton film Indonesia, dan kami memilih film Ayat-Ayat Adinda. Kami pergi ke bioskop dengan menaiki angkot D11 dengan ongkos Rp 3.000. Sesampainya di sana, kami segera membeli tiket dengan harga Rp 30.000/orang. Kami mendapatkan tempat duduk di barisan E teater 3. Suasana di bioskop saat itu lumayan ramai karena esok hari adalah weekend. Setelah menunggu sekitar 15 menit dan berfoto, kami dipersilahkan masuk ke dalam teater 3, kami pun masuk. Berikut merupakan foto-foto yang kami ambil.
Tiket film Ayat-Ayat Adinda

Kelompok 4 yeay!!!

Bersama teman kami, Almira










Film Ayat-Ayat Adinda adalah film berjenis drama religi yang disutradarai oleh Hestu Saputra dan diproduseri oleh Raam Punjabi, Hanung Bramantyo, Putut Widjanarko, dan Salman Aristo. Naskah film tersebut ditulis oleh Jujur Prananto. Film yang dirilis pada tanggal 11 Juni 2015 di seluruh bioskop di Indonesia itu diperankan oleh artis dan aktor cilik berbakat seperti Tissa Biani Azzahra, Badra Andhipani, dan Alya Shakila Saffana dan juga aktor senior seperti Surya Saputra dan Cynthia Lamusu. Film Ayat-Ayat Adinda bercerita tentang seorang gadis cilik bernama Adinda (Tissa Biani) yang memiliki bakat menyanyi dengan suara merdu dan ingin menjadi salah satu anggota tim qasidah di sekolahnya. Namun ayahnya, Faisal (Surya Saputra) menentang hal tersebut. Faisal ingin agar Adinda fokus belajar karena di sekolah, Adinda tidak terlalu pintar. Selama ini keluarga Adinda tidak pernah menetap lama di satu tempat. Mereka sering berpindah-pindah dan dikucilkan dimanapun mereka tinggal. Perlahan Adinda mulai paham, hal itu disebabkan karena keluarga Adinda dianggap sesat walaupun Adinda sendiri tidak mengerti apa itu sesat. Adinda bertekad pada dirinya sendiri untuk menjadikan keluarganya dapat dihormati dan dibanggakan oleh orang lain dengan mengikuti lomba MTQ. Akan tetapi, keinginan tersebut dilarang oleh ayahnya karena ayahnya tidak ingin keluarga mereka bertingkah yang macam-macam agar tidak menjadi sorotan masyarakat, karena apabila mereka salah sedikit dalam bertingkah, mereka dapat terusir dari kampung dan keselamatan keluarga mereka terancam. Larangan ayahnya tersebut tidak membuat Adinda mengurungkan niatnya untuk mengikuti lomba MTQ karena tekad Adinda sudah bulat, ia ingin membuat keluarganya terhormat dan tidak dianggap sesat lagi walaupun ia harus berbohong kepada ayahnya.
Menurut saya, film Ayat-Ayat Adinda memiliki kekurangan yang terlihat pada kata sesat yang dikatakan oleh orang-orang di sekitar keluarga Adinda. Hal tersebut membingungkan karena saya sebagai penonton tidak tahu agama sesat yang dimaksud itu seperti apa dan dinilai dari segi apa. Hal yang membingungkan lainnya adalah adegan dimana Adinda akhirnya disetujui begitu saja oleh ayahnya mengikuti lomba MTQ yang selama ini dijalananinya secara diam-diam. Saat adegan itu, saya rasa film ini kekurangan durasi untuk lebih banyak menyempurnakan alur ceritanya. Kekurangan lainnya dari film ini terlihat pada Adinda yang sering berbohong kepada keluarganya sampai mengucap sumpah Tuhan untuk tidak mengulanginya, tetapi tetap saja Adinda berbohong lagi. Apabila adegan tersebut ditonton oleh anak-anak di bawah umur tanpa pengawasan orangtua, maka bisa menjadi contoh yang buruk bagi anak-anak.
Selain kekurangan, film Ayat-Ayat Adinda juga memiliki banyak kelebihan. Kelebihan utama yang dimiliki film ini adalah suara merdu Adinda yang diperankan oleh Tissa Biani dalam melantunkan ayat-ayat Al-Quran ternyata adalah suara asli milik Tissa dan bukan samaran. Tokoh Adinda adalah kebanggaan bagi umat muslim karena di era modern ini ternyata masih ada seorang anak yang berkemauan untuk mempelajari dalam melantunkan ayat-ayat Al-Quran dengan memanfaatkan suara emas miliknya. Tokoh Adinda bisa menjadi contoh baik untuk para anak-anak di seluruh dunia yang banyak tercemar dan meninggalkan sunah rasul seiring dengan perubahan dunia yang semakin modern. Kelebihan dari film ini adalah film ini mampu menyampaikan pesan-pesan kepada para penontonnya untuk tetap tegar dan semangat walaupun dalam keadaan yang sangat terpuruk. Film ini memberikan pesan kepada penontonnya untuk mampu bersikap sabar dan pantang menyerah serta tidak tinggal diam dalam menghadapi cobaan. Kelebihan lainnya terletak pada bahasa yang digunakan dalam film tersebut. Pada film ini, logat bahasa khas Yogyakarta sangat dimunculkan, sehingga penonton percaya bahwa film ini dilakukan oleh orang Jogja dan berlokasi di Yogyakarta. Selain itu, pengambilan gambar dan penyuntingannyapun termasuk sangat bagus dalam kualitas visualnya karena film ini membutuhkan lima produser saat memproduksinya.
Saran saya untuk film ini adalah agar lebih diperjelas lagi alur cerita dan masalah yang terdapat dalam film tersebut, seperti halnya lebih diperjelas lagi masalah-masalah yang terjadi pada keluarga Adinda sehingga mereka selalu berpindah-pindah tempat tinggal.
 Saat nonton film Ayat-Ayat Adinda di dalam teater 3, saya melihat sekeliling dan ternyata tidak banyak orang yang menonton film ini padahal teater sebelah yang menampilkan film Insidious 3 dan Jurassic World (film buatan luar negeri) sangat ramai penontonnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa film Indonesia kurang diminati oleh masyarakat Indonesia.

Menurut saya, alasan film Indonesia kurang diminati dibandingkan film luar adalah karena terkadang film Indonesia tidak terlalu kuat memperlihatkan masalah yang dihadapi dalam film tersebut sehingga film menjadi antiklimaks dan juga terkadang masalah yang di hadapi dapat ditebak oleh penonton sehingga penonton malas untuk menonton film tersebut.